Senin, 07 Desember 2015

SEJARAH KOTA BUNTOK


Haii gengs , kali ini aku bakal posting tentang daerah asal aku nih.. selamat membaca ya gengs J

SEJARAH KOTA BUNTOK

Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Selatan dibentuk pada tanggal 21 September 1959 berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara RI Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 1820). Setelah berjalan 42 tahun maka berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2002, Kabupaten Barito Selatan dimekarkan menjadi Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Barito Timur. Daerah ini sempat di pimpin oleh Asmawi Agani (Gubernur Kalimantan Tengah periode 2000-2005) dan Achmad Diran (Wakil Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005-2010 dan periode kedua 2010-sekarang).
Kalau sebelum pemekaran Kabupaten Barito Selatan terdiri dari 12kecamatan dengan luas wilayah 12.664 Km² maka setelah pemekaran tinggal 6 kecamatan dengan luas wilayah 8.830 Km². Keenam kecamatan yang menjadi bagian Kabupaten Barito Selatan tersebut adalah :
1.   Kecamatan Jenamas, dengan luas wilayah 708 km² (08,02% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)
2.   Kecamatan Dusun Hilir, dengan luas wilayah 2.065 km² (23,39% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)
3.   Kecamatan Karau Kuala, dengan luas wilayah 1.099 km² (12,45% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)
4.   Kecamatan Dusun Selatan, dengan luas wilayah 1.829 km² (20,71% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)
5.   Kecamatan Dusun Utara, dengan luas wilayah 1.196 km² (13,54% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)
6.   Kecamatan Gunung Bintang Awai, dengan luas wilayah 1.933 km² (21,89% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)
Pembagian administratif
Kabupaten Barito Selatan mempunyai 6 kecamatan, yaitu:
2.   Dusun Utara
3.   Karau Kuala
5.   Jenamas
6.   Dusun Hilir
Secara geografis Kabupaten Barito Selatan terletak pada posisi membujur atau memanjang sungai Barito dengan letak Astronomis 1° 20’ Lintang Utara – 2° 35’ Lintang Selatan dan 114° – 115° Bujur Timur. Perbatasan Kabupaten Barito Selatan adalah :
1.   Sebelah Utara dengan Kabupaten Barito Utara.
2.   Sebelah Timur dengan Kabupaten Barito Timur.
3.   Sebelah Selatan dengan Kabupaten Hulu Sungai Utara (Provinsi Kalimantan Selatan).
4.   Sebelah Barat dengan Kabupaten Kapuas.
Sejarah
Sebagian kecil wilayah Barsel termasuk dalam Kesultanan Banjar (1826-1860), tetapi sebagian besar termasuk Dusun Hilir yang menjadi wilayah Hindia Belanda, menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, merupakan bagian dari zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8[2]
Kepala daerah
Daftar Bupati Barito Selatan
Berikut ini adalah daftar nama-nama yang pernah memimpin Kabupaten Barito Selatan sejak tahun 1959 (belum lengkap):
No.
Foto
Nama
Periode
Keterangan
..
Gomer Tamin Binti
1959-1961
..
Benyamin A. Tidja
1961-1967
..
Urbanus Martjun, SH
1967-1975
..
Tunjung Silam
1975-1976
Pjs.
..
Drs. H. Mangkusari
1976-1981
..
H. Kamberani Seman, BA
1981-1991
..
Drs. H. Asmawi Agani
1991-1996
..
Ir. H. Achmad Diran
1996-2001
...
Ir. H. Baharuddin H. Lisa
2001–2006
Periode pertama
2006–2011
Periode kedua
..
Drs. Hardy Rampay, M.Si
2011
Penjabat bupati
..
Ir. H. M. Farid Yusran, MM
2011–sekarang
Suku bangsa dan Kepercayaan
Mayoritas masyarakat yang tinggal di daerah ini adalah Suku Dayak, terdiri dari:
·         Suku Dayak Ngaju
·         Suku Dayak Bakumpai
·         Suku Dayak Maanyan
·         Suku Dayak Lawangan
·         Suku Dayak Dusun
·         Suku Dayak Bawo