Haii gengs , kali ini
aku bakal posting tentang daerah asal aku nih.. selamat membaca ya gengs J
SEJARAH KOTA BUNTOK
Kabupaten Daerah
Tingkat II Barito Selatan dibentuk
pada tanggal 21 September 1959 berdasarkan
Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di
Kalimantan (Lembaran Negara RI Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara RI
Nomor 1820). Setelah berjalan 42 tahun maka berdasarkan Undang-Undang RI Nomor
5 Tahun 2002, Kabupaten Barito Selatan dimekarkan menjadi Kabupaten Barito
Selatan dan Kabupaten Barito Timur. Daerah ini sempat di pimpin oleh Asmawi Agani (Gubernur Kalimantan Tengah
periode 2000-2005) dan Achmad Diran (Wakil
Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005-2010 dan periode kedua 2010-sekarang).
Kalau sebelum pemekaran Kabupaten Barito
Selatan terdiri dari 12kecamatan dengan
luas wilayah 12.664 Km² maka setelah pemekaran tinggal 6 kecamatan dengan luas
wilayah 8.830 Km². Keenam kecamatan yang menjadi bagian Kabupaten Barito
Selatan tersebut adalah :
1.
Kecamatan Jenamas,
dengan luas wilayah 708 km² (08,02% Dari Luas Kabupaten Barito Selatan)
2.
Kecamatan Dusun
Hilir, dengan luas wilayah 2.065 km² (23,39% Dari Luas Kabupaten
Barito Selatan)
3.
Kecamatan Karau
Kuala, dengan luas wilayah 1.099 km² (12,45% Dari Luas Kabupaten
Barito Selatan)
4.
Kecamatan
Dusun Selatan, dengan luas wilayah 1.829 km² (20,71% Dari Luas
Kabupaten Barito Selatan)
5.
Kecamatan Dusun
Utara, dengan luas wilayah 1.196 km² (13,54% Dari Luas Kabupaten
Barito Selatan)
6.
Kecamatan
Gunung Bintang Awai, dengan luas wilayah 1.933 km² (21,89% Dari Luas
Kabupaten Barito Selatan)
Pembagian administratif
Kabupaten Barito Selatan mempunyai 6
kecamatan, yaitu:
2.
Dusun Utara
3.
Karau Kuala
5.
Jenamas
6.
Dusun Hilir
Secara geografis Kabupaten Barito Selatan
terletak pada posisi membujur atau memanjang sungai Barito dengan letak
Astronomis 1° 20’ Lintang Utara – 2° 35’ Lintang Selatan dan 114° – 115° Bujur
Timur. Perbatasan Kabupaten Barito Selatan adalah :
1.
Sebelah Utara dengan Kabupaten Barito Utara.
2.
Sebelah Timur dengan Kabupaten Barito Timur.
3.
Sebelah Selatan dengan Kabupaten Hulu Sungai Utara (Provinsi Kalimantan Selatan).
4.
Sebelah Barat dengan Kabupaten Kapuas.
Sejarah
Sebagian kecil wilayah Barsel termasuk
dalam Kesultanan Banjar (1826-1860),
tetapi sebagian besar termasuk Dusun Hilir yang menjadi wilayah Hindia Belanda, menurut Staatsblad van
Nederlandisch Indië tahun 1849, merupakan bagian dari zuid-ooster-afdeeling
berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van
Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8[2]
Kepala daerah
Daftar Bupati Barito Selatan
Berikut ini adalah daftar nama-nama yang
pernah memimpin Kabupaten Barito Selatan sejak tahun 1959 (belum lengkap):
No.
|
Foto
|
Nama
|
Periode
|
Keterangan
|
..
|
Gomer Tamin Binti
|
1959-1961
|
||
..
|
Benyamin A. Tidja
|
1961-1967
|
||
..
|
Urbanus Martjun, SH
|
1967-1975
|
||
..
|
Tunjung Silam
|
1975-1976
|
Pjs.
|
|
..
|
Drs. H. Mangkusari
|
1976-1981
|
||
..
|
H. Kamberani Seman, BA
|
1981-1991
|
||
..
|
Drs. H. Asmawi Agani
|
1991-1996
|
||
..
|
Ir. H. Achmad Diran
|
1996-2001
|
||
...
|
Ir. H. Baharuddin H. Lisa
|
2001–2006
|
Periode pertama
|
|
2006–2011
|
Periode kedua
|
|||
..
|
Drs. Hardy Rampay, M.Si
|
2011
|
Penjabat bupati
|
|
..
|
Ir. H. M. Farid Yusran, MM
|
2011–sekarang
|
Suku bangsa dan Kepercayaan
Mayoritas masyarakat yang tinggal di
daerah ini adalah Suku Dayak, terdiri dari: